EDUKASI • TEKNOLOGI WEB

Cara Kerja Domain Alternatif dan Redirect Website

Perubahan alamat website dapat melibatkan domain, subdomain, redirect, dan struktur URL. Memahami mekanismenya membantu pengguna membaca alamat secara lebih tepat.

Diperbarui 8 Oktober 2026 · Bahasa Indonesia
Ringkasan Utama

Fokus halaman: Perubahan alamat website dapat melibatkan domain, subdomain, redirect, dan struktur URL. Memahami mekanismenya membantu pengguna membaca alamat secara lebih tepat.

Domain dan Subdomain

Domain merupakan identitas utama sebuah situs, sedangkan subdomain adalah bagian tambahan yang ditempatkan sebelum domain utama. Keduanya dapat menunjuk ke layanan atau konten yang berbeda.

Redirect 301 dan 302

Redirect adalah mekanisme yang mengarahkan browser dari satu URL ke URL lain. Jenis redirect memiliki tujuan teknis berbeda, sehingga perubahan alamat sebaiknya dilihat dari URL akhir dan konteksnya.

Mengapa URL Bisa Berubah?

Perubahan dapat berkaitan dengan migrasi teknis, struktur situs, konfigurasi server, atau perubahan pengelolaan domain. Dari sisi pengguna, URL baru tetap perlu diverifikasi.

Dampaknya pada Pencarian

Mesin pencari dapat memproses sinyal URL, redirect, canonical, dan konten untuk menentukan halaman yang paling representatif. Karena itu, eksperimen struktur situs sebaiknya dicatat agar perubahan ranking dapat dibandingkan dengan perubahan teknis.

Baca Eksperimen SEO

Lihat halaman eksperimen SEO untuk memahami cara mencatat perubahan struktur dan respons pencarian secara sistematis.

Artikel Terkait